KLIKPARIGI.ID – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, menghadiri kegiatan halalbihalal yang diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah, Rabu (8/4/2026), di Jakarta.
Dalam sambutannya, Wamen Ossy menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan profesi penilai, mengingat peran strategisnya dalam berbagai sektor, termasuk kebijakan publik dan pembangunan nasional.
“Idulfitri mengingatkan ada fondasi yang harus kita bangun, yaitu kejujuran hati dan kebersihan niat kita. Terlebih bagi profesi penilai, setiap nilai yang ditetapkan dan angka yang ditulis akan membawa konsekuensi bagi banyak pihak,” ujar Ossy Dermawan.
Ia menyebut profesi penilai sebagai profesi yang sangat intelektual, namun tetap tidak terlepas dari dimensi etika dan moral dalam setiap pengambilan keputusan.
“Di sinilah pentingnya menghadirkan hati dalam setiap keputusan yang kita buat, karena setiap penilaian memiliki dampak luas,” tambahnya.
Kegiatan halalbihalal yang mengusung tema “Menapaki Jejak Baru, Mengukir Berkah dalam Harmoni” tersebut dihadiri ratusan peserta, termasuk para anggota MAPPI dari berbagai daerah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional MAPPI, Budi Prasodjo, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa profesi penilai memiliki ruang kontribusi yang semakin luas, mulai dari sektor asuransi, perbankan, hingga kebijakan publik.
“Yang utama adalah bagaimana profesi penilai ini berpengaruh terhadap kebijakan sektor pemerintah, termasuk membantu proses pembebasan tanah untuk kepentingan infrastruktur, yang menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Budi Prasodjo.
Turut mendampingi Wamen ATR/Waka BPN dalam kegiatan tersebut antara lain Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin, serta Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Yuliana beserta jajaran.
Melalui momentum halalbihalal ini, diharapkan seluruh insan profesi penilai semakin memperkuat komitmen terhadap integritas, profesionalisme, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.















