Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EventPotret

Festival Tunas Bahasa Ibu 2024: Wujud Nyata Pelestarian Bahasa Daerah di Sulawesi Tengah

×

Festival Tunas Bahasa Ibu 2024: Wujud Nyata Pelestarian Bahasa Daerah di Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini

KlikParigi.id – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2024 berlangsung sukses hingga hari terakhir. Acara yang digelar di Hotel Estrella Luwuk, pada Selasa (19/11/2024) ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian bahasa daerah.

Hari kedua FTBI dimeriahkan dengan penampilan seni yang menggambarkan kekayaan budaya lokal. Para peserta menunjukkan bakat mereka dalam pembacaan cerpen, puisi, pidato, dongeng, stand up comedy, hingga tembang tradisi, semuanya disampaikan dalam bahasa daerah masing-masing.

Example 300x600

Penampilan ini tidak hanya memukau, tetapi juga menjadi wujud nyata upaya menjaga keberagaman bahasa daerah.

Baca Juga:  Polda Sulteng Bagikan 5.000 Sembako dan Hadiah Umroh di HUT Bhayangkara ke-79

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Asrif, M.Hum, menutup kegiatan dengan menyampaikan harapannya agar semangat pelestarian bahasa ibu terus tumbuh di kalangan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat menjaga bahasa daerah terus berlanjut, tidak hanya di arena festival, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penyematan selempang Tunas Bahasa Ibu dan penyerahan uang pembinaan secara simbolis oleh Dr. Asrif, M.Hum, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.STP, M.Si.

Baca Juga:  Kolaborasi Pemkab Parigi Moutong dan Kemendes PDTT Perkuat Sistem Ekonomi Desa

Acara ini juga diakhiri dengan pembacaan Komitmen Menjaga Bahasa oleh Dr. Asrif, yang diikuti oleh seluruh peserta Tunas Bahasa Ibu, menandai komitmen bersama untuk menjaga kelestarian bahasa daerah.

FTBI 2024 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya bahasa daerah.

Dengan terselenggaranya festival ini, harapan untuk mempertahankan kekayaan budaya lokal semakin kuat di tengah masyarakat Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *