Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaEkonomiKomunitasParigi MoutongPendidikan

Disdikbud Parigi Moutong Hapus Bantuan Mahasiswa pada APBD 2026

×

Disdikbud Parigi Moutong Hapus Bantuan Mahasiswa pada APBD 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Bantuan Mahasiswa. FOTO: Klikparigi.id.

KLIKPARIGI.IDDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong memastikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa tidak dianggarkan dalam APBD Tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah efisiensi belanja daerah di tengah tekanan keterbatasan fiskal.

Penghapusan pos bantuan mahasiswa dilakukan setelah pemerintah daerah melakukan penyesuaian sejumlah item belanja. Program ini sebelumnya ditujukan secara terbatas bagi mahasiswa yang berada pada tahap akhir penyelesaian studi.

Example 300x600

Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan sejak awal bantuan pendidikan mahasiswa memang memiliki cakupan dan nilai yang tidak besar.

Baca Juga:  Wabup Abdul Sahid Harap Perubahan APBD 2025 Beri Manfaat Besar bagi Masyarakat

“Itu pun bantuannya sangat kecil dan sifatnya terbatas. Hanya untuk mahasiswa yang sudah mau menyelesaikan studi, seperti penyusunan skripsi atau menjelang ujian meja,” ujar Sunarti belum lama ini.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 bantuan pendidikan mahasiswa tidak lagi dimasukkan dalam dokumen anggaran daerah. Keputusan tersebut merupakan bagian dari kebijakan efisiensi belanja yang harus ditempuh pemerintah daerah.

Menurutnya, tekanan anggaran semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan belanja pegawai, terutama untuk pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mencapai sekitar Rp300 miliar.

Baca Juga:  Ratusan Sekolah Dasar di Parigi Moutong Diusulkan Dalam Program Revitalisasi 2026

“Karena beban daerah cukup besar, ada beberapa item yang akhirnya dihilangkan,” katanya.

Selama ini, bantuan tersebut menjadi satu-satunya bentuk dukungan pemerintah daerah bagi mahasiswa asal Parigi Moutong yang tengah merampungkan studi. Nilai bantuan yang diberikan sekitar Rp2 juta per mahasiswa untuk kebutuhan akhir perkuliahan.

Dengan ditiadakannya program itu pada APBD 2026, mahasiswa, terutama dari keluarga kurang mampu, harus menanggung sendiri biaya penyelesaian studi, mulai dari penyusunan skripsi hingga tahapan akhir perkuliahan.

Baca Juga:  Es Kelapa Muda dan Rujak Toraranga Jadi Andalan

Meski demikian, Disdikbud Parigi Moutong berharap program bantuan pendidikan mahasiswa dapat dipertimbangkan kembali jika kondisi fiskal daerah membaik pada tahun anggaran berikutnya.

“Harapannya, ke depan bisa dianggarkan kembali. Supaya bisa membantu mahasiswa Parigi Moutong menyelesaikan studinya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *