KLIKPARIGI.ID – Penerapan sistem full day school di Kabupaten Parigi Moutong mulai memasuki tahap uji petik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat memastikan evaluasi dilakukan setiap pekan guna memantau kesiapan sekolah dan dampaknya terhadap siswa.
Uji coba tersebut telah berjalan selama dua pekan dan sejauh ini dilaporkan berlangsung tanpa hambatan berarti. Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dikbud Parigi Moutong, Ibrahim, menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan melalui koordinasi intensif dengan pengawas sekolah di lapangan.
“Alhamdulillah, uji coba sudah berjalan. Ada sekolah yang sudah dua minggu melaksanakan dan sejauh ini belum ada laporan kendala dari korwil, pengawas, maupun kepala sekolah,” ujar Ibrahim saat ditemui di Parigi, Senin (2/2/2026).
Ibrahim menegaskan, sistem full day school tidak dimaksudkan untuk menambah beban belajar siswa. Menurutnya, kebijakan ini hanya mengatur ulang jadwal pembelajaran dengan memindahkan mata pelajaran yang sebelumnya berlangsung pada hari Sabtu ke hari Senin hingga Jumat, tanpa menambah jumlah jam pelajaran.
“Intinya, jumlah jam pelajaran harus tetap terpenuhi,” kata Ibrahim.
Ia menambahkan, sekolah tetap diberikan fleksibilitas untuk memasukkan muatan kurikulum internal sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, selama tetap mematuhi ketentuan jam belajar yang telah ditetapkan.
Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan sesuai tujuan, Dikbud mewajibkan evaluasi rutin setiap pekan selama masa uji coba. Evaluasi ini menjadi instrumen utama untuk mendeteksi kendala sejak dini.
“Setiap minggu kami minta dilakukan evaluasi. Kalau ada masalah, langsung dilaporkan,” tegasnya.
Pelaksanaan sekolah lima hari ini juga mendapat dukungan dari program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ibrahim menilai keberadaan MBG turut memperkuat dukungan orang tua, terutama di sekolah yang telah menjalankan program tersebut.
“Karena ini masih tahap uji coba, kami juga melihat dukungan orang tua. Sejauh ini cukup terbantu, apalagi dengan adanya program MBG di beberapa sekolah,” ungkapnya.
Dengan adanya makan siang gratis, orang tua tidak lagi direpotkan menyiapkan bekal bagi anak-anak mereka. Meski jam kepulangan siswa menjadi lebih sore, Ibrahim memastikan masih berada dalam batas wajar.
“Kadang jam dua sudah pulang,” tuturnya.
Uji petik full day school ini dijadwalkan berlangsung sepanjang semester genap. Jika hasil evaluasi menunjukkan tren positif dan mendapatkan dukungan masyarakat, Dikbud akan melaporkannya kepada pimpinan daerah sebagai dasar penerbitan kebijakan lanjutan.
“Kalau uji coba ini berhasil, kami akan lapor ke Bupati. Selanjutnya akan ada edaran resmi dari Bupati terkait penerapan full day school,” pungkas Ibrahim.
















