Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaParigi MoutongPotret

Cegah Penyebaran Rabies, DISPKH Parigi Moutong Perkuat Edukasi dan Vaksinasi

×

Cegah Penyebaran Rabies, DISPKH Parigi Moutong Perkuat Edukasi dan Vaksinasi

Sebarkan artikel ini
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) melakukan vaksinasi rabies. FOTO: Elly Leu

KLIKPARIGI.ID – Upaya pencegahan rabies terus digencarkan di Kabupaten Parigi Moutong. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) setempat menekankan bahwa imunisasi rutin pada hewan peliharaan menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran virus rabies yang berisiko fatal bagi manusia.

Plt Kepala DISPKH Parigi Moutong, I Wayan Purna, S.Pt., M.Si, menjelaskan bahwa rabies termasuk penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan maupun paparan air liur hewan terinfeksi. Anjing dan kucing masih menjadi hewan yang paling sering terlibat dalam kasus penularan.

Baca Juga:  Adrudin: Jadikan Organisasi Ini Untuk Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Sengkanaung di Perantauan

“Perlindungan terbaik adalah vaksinasi secara berkala. Ini bukan sekadar menjaga hewan tetap sehat, tetapi juga melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari ancaman rabies,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia memaparkan, sejak pertengahan 2025 hingga awal 2026, ribuan hewan di berbagai kecamatan telah menerima vaksin rabies. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mewujudkan wilayah yang terbebas dari penyakit rabies.

“Setiap hewan yang divaksin berarti kita memutus satu mata rantai penularan. Target kami adalah cakupan vaksinasi yang semakin luas agar risiko kasus bisa ditekan semaksimal mungkin,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Parigi Moutong Gelar Ziarah Nasional di Makam Pahlawan Tombolotutu

Selain vaksinasi, DISPKH juga mengingatkan pemilik hewan agar tidak membiarkan peliharaannya berkeliaran tanpa pengawasan. Warga diminta segera melapor apabila menemukan hewan dengan gejala mencurigakan, seperti perubahan perilaku drastis, agresif, atau produksi air liur berlebihan.

“Jika terjadi gigitan, segera cuci luka dengan sabun di bawah air mengalir selama kurang lebih 15 menit, lalu secepatnya datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” imbaunya.

Dalam memperkuat upaya tersebut, DISPKH turut menjalin kemitraan dengan Yayasan JAAN Kesejahteraan Hewan guna memperluas program vaksinasi massal serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies dan pentingnya kesejahteraan hewan.

Baca Juga:  Penyerahan SK CPNS dan PPPK di Parigi Moutong, Ini Harapan Bupati

Wayan Purna menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

“Pengendalian rabies bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif warga, kita optimistis Parigi Moutong dapat menjadi daerah yang aman dan bebas rabies,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *