KLIKPARIGI.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan pertemuan resmi dengan jajaran Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Parigi Moutong Erwin Burase bersama Wakil Bupati Abdul Sahid dan sejumlah pejabat daerah, serta diterima oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman beserta pejabat eselon kementerian.
Dalam dialog tersebut, Bupati memaparkan perjalanan panjang program transmigrasi di wilayahnya yang telah berlangsung sejak dekade 1960-an. Ia menjelaskan bahwa kedatangan warga transmigran dari berbagai daerah di Indonesia telah membentuk fondasi penting bagi pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan di Parigi Moutong.
“Kawasan transmigrasi bukan hanya catatan sejarah, tetapi sudah menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat kami,” ujar Bupati dalam pertemuan itu.
Ia menerangkan, wilayah transmigrasi yang berkembang di kawasan pesisir Teluk Tomini kini memiliki potensi produksi yang besar, mulai dari hasil pertanian seperti padi, kelapa, kakao, dan durian, hingga perikanan tangkap dan budidaya. Potensi tersebut dinilai dapat diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis agro-maritim.
Meski demikian, pemerintah daerah juga menyampaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi, seperti tingginya angka kemiskinan, kerusakan infrastruktur jalan dan jaringan irigasi, serta keterbatasan akses permodalan dan teknologi bagi nelayan maupun petani.
“Kami membutuhkan dukungan nyata pemerintah pusat agar pengembangan kawasan transmigrasi dapat berjalan lebih cepat dan memberi dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Parigi Moutong mengajukan sejumlah program prioritas, antara lain pembangunan infrastruktur kawasan, penguatan ekonomi nelayan melalui fasilitas perikanan terpadu, pengembangan sentra pelelangan ikan, hingga pembentukan koperasi berbasis masyarakat transmigrasi. Selain itu, usulan perlindungan kawasan pesisir dan peningkatan sarana lingkungan juga turut disampaikan.
Menanggapi paparan tersebut, Menteri Transmigrasi menyatakan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi kawasan transmigrasi menjadi lebih produktif dan modern.
“Kami akan mempelajari seluruh usulan yang disampaikan. Prinsipnya, pengembangan transmigrasi harus sejalan dengan penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan,” kata Menteri.
Ia juga mengungkapkan adanya peluang investasi pada komoditas kelapa yang berpotensi dikembangkan dalam skala besar, dengan catatan kesiapan lahan dan dukungan regulasi dari pemerintah daerah harus dipastikan sesuai ketentuan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kawasan transmigrasi Parigi Moutong sebagai simpul ekonomi baru yang berdaya saing dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang sinergi, termasuk dengan investor, demi memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.















