Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
KesehatanParigi Moutong

Desa Kayuboko Bentuk Desa Siaga TBC, Parimo Perkuat Penanganan hingga Pelosok

×

Desa Kayuboko Bentuk Desa Siaga TBC, Parimo Perkuat Penanganan hingga Pelosok

Sebarkan artikel ini
Pembentukan Desa Siaga TBC di Puskesmas Pembantu Desa Kayuboko. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Keterlibatan pemerintah desa menjadi salah satu fokus dalam memperluas upaya pencegahan dan penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan Desa Siaga TBC di Puskesmas Pembantu Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Jumat (16/10/2026).

Program ini diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap TBC, mempercepat identifikasi warga yang berpotensi terinfeksi, serta mendorong pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin. Dengan melibatkan unsur pemerintahan hingga tingkat desa, upaya penanggulangan diharapkan tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga mendapat dukungan aktif masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Darlin, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa pengendalian TBC memerlukan kerja bersama berbagai pihak. Menurutnya, keterlibatan pemerintah kecamatan dan desa sangat penting untuk membantu menjangkau warga, meningkatkan kesadaran, serta mendorong masyarakat memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Di tingkat provinsi, gerakan penanggulangan TBC dijalankan melalui program BERANI MAGAYA, yang merupakan singkatan dari Berantas Infeksi TBC Mahasiswa, Jaga, dan Sayang Keluarga. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, upaya tersebut diperkuat melalui gerakan MARILIBAS TBC atau Masyarakat Mandiri, Peduli, dan Bebas TBC.

Baca Juga:  Petani dan Nelayan Toribulu Sampaikan Aspirasi, Ahmad Dg. Mabela Siap Kawal di DPRD

Kayuboko menjadi desa kedua di Parigi Moutong yang secara mandiri menerapkan konsep Desa Siaga TBC, setelah Desa Baliara. Pembentukan tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Menteri Kesehatan.

Darlin memberikan penghargaan kepada pemerintah desa dan kecamatan yang menunjukkan dukungan nyata terhadap program tersebut. Ia menilai, inisiatif dari tingkat lokal menjadi unsur penting agar kegiatan pencegahan dan penanganan TBC dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Dukungan pemerintah desa dan kecamatan merupakan modal penting dalam memperkuat penanggulangan TBC. Kami mengapresiasi kesediaan mereka untuk mengambil bagian secara aktif, karena keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama, bukan hanya dari tenaga kesehatan,” ujar Darlin.

Baca Juga:  Wakil Bupati Parimo Buka MTQ Moutong, Umumkan Transformasi RS BN Moutong

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong hingga Agustus 2026 mencatat akumulasi sebanyak 6.231 orang terduga TBC. Angka tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperluas pemeriksaan dan memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Cakupan penemuan dan pemeriksaan kasus menunjukkan perkembangan selama 2026. Pada triwulan pertama, capaian tercatat sebesar 15 persen, kemudian meningkat menjadi 32 persen pada triwulan kedua. Memasuki triwulan ketiga, angka tersebut mencapai 46 persen, dengan jumlah pemeriksaan sebanyak 1.816 orang.

Dinas Kesehatan menargetkan cakupan pemeriksaan meningkat hingga 80 persen pada triwulan keempat tahun ini. Target tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak warga menjalani pemeriksaan sehingga kasus TBC bisa ditemukan lebih awal dan ditangani sesuai prosedur kesehatan.

Khusus di Desa Kayuboko, terdapat 14 orang yang tercatat sebagai terduga TBC. Dari jumlah itu, 10 orang dilaporkan telah dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan secara teratur.

Selain menggerakkan partisipasi masyarakat, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan dukungan sarana pelayanan kesehatan. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengajukan kebutuhan fasilitas kepada Kementerian Kesehatan, termasuk usulan rehabilitasi 19 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan delapan Puskesmas.

Baca Juga:  Sinergi Pemkab dan PPI Alkhairaat, Perkuat Syiar Islam di Daerah

Parigi Moutong juga dijadwalkan memperoleh bantuan berupa unit X-ray mobile atau perangkat rontgen bergerak. Kehadiran alat tersebut diharapkan mempermudah pemeriksaan paru-paru di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan, sekaligus membantu proses skrining agar warga tidak selalu harus menuju rumah sakit untuk pemeriksaan awal.

Penguatan fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung tenaga kesehatan dalam memperluas jangkauan layanan, terutama bagi masyarakat pedesaan yang menghadapi kendala jarak dan akses menuju pusat pelayanan medis.

Melalui pembentukan Desa Siaga TBC, peningkatan cakupan pemeriksaan, serta pengembangan sarana kesehatan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berupaya memperkuat penanganan penyakit tersebut secara menyeluruh. Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus serta mendukung keberhasilan pengobatan hingga ke tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *