Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Parigi MoutongPendidikan

Wabup Abdul Sahid: Tidak Ada Anak Bodoh, Guru Harus Temukan Cara Belajar yang Tepat

×

Wabup Abdul Sahid: Tidak Ada Anak Bodoh, Guru Harus Temukan Cara Belajar yang Tepat

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di SMP Negeri 1 Ampibabo. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Penguatan mutu pendidikan di wilayah selatan Kabupaten Parigi Moutong menjadi perhatian dalam kunjungan Wakil Bupati H. Abdul Sahid ke SMP Negeri 1 Ampibabo, Rabu, 30 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk berdiskusi langsung dengan kepala sekolah dan tenaga pendidik mengenai berbagai persoalan serta kebutuhan pendidikan di lapangan.

Forum yang dikemas dalam bentuk silaturahmi dan dialog interaktif itu diikuti jajaran kepala sekolah serta tenaga pendidik dari Rayon 3, yang mencakup Kecamatan Kasimbar, Toribulu, Ampibabo, dan Siniu.

Bagi Abdul Sahid, pertemuan langsung dengan para pendidik tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pengawasan pemerintahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Parigi Moutong Yusnaeni, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, serta Plt. Ketua PGRI Kabupaten Parigi Moutong Supardin.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti, menyampaikan apresiasi atas perhatian Abdul Sahid terhadap perkembangan dunia pendidikan. Menurutnya, agenda turun langsung ke satuan pendidikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk melihat kondisi pendidikan secara lebih dekat.

“Alhamdulillah, semangat beliau sebagai seorang pendidik masih sangat kuat. Keinginan untuk melihat pendidikan semakin maju diwujudkan melalui pertemuan langsung dengan pimpinan satuan pendidikan, pengurus K3S dan MKKS,” kata Sunarti.

Baca Juga:  FORKUM Sekretaris DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Sebagai Penguatan Kerja Sama

Ia menjelaskan, rangkaian kunjungan tersebut sebelumnya telah dimulai di Sub Rayon Sausu. Setelah Rayon 3, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke tiga subrayon lainnya hingga menjangkau wilayah utara, termasuk Kecamatan Moutong.

Sementara itu, Abdul Sahid menempatkan guru sebagai salah satu unsur utama dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Pengalaman mengabdi sekitar 25 tahun sebagai guru PNS di SMP Negeri 15 Palu turut menjadi dasar pandangannya mengenai besarnya tanggung jawab tenaga pendidik.

“Profesi guru merupakan pekerjaan yang sangat saya banggakan. Setiap orang yang kemudian menjadi presiden, menteri, anggota DPR, maupun pemimpin di berbagai bidang, semuanya pernah mendapatkan pendidikan dari seorang guru,” ujar Abdul Sahid.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari pencapaian akademik siswa. Pembentukan karakter, kemampuan beradaptasi, kedisiplinan, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman juga menjadi bagian penting yang harus mendapatkan perhatian.

Dalam dialog tersebut, Abdul Sahid turut menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Parigi Moutong pada ajang Bageng Gabelo tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Dari 10 kategori yang diperlombakan, Parigi Moutong berhasil memperoleh dua penghargaan. Capaian tersebut berkaitan dengan upaya daerah dalam menangani anak putus sekolah maupun anak yang tidak bersekolah serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Menurut Abdul Sahid, penghargaan tersebut harus dipandang sebagai penyemangat untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai program pendidikan yang telah berjalan.

Baca Juga:  Advokasi Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Parigi Moutong

Abdul Sahid juga meminta guru tidak hanya mengejar penyampaian materi pelajaran. Sebelum masuk pada pembelajaran akademik, pendidikan karakter dinilai perlu menjadi fondasi dalam membentuk perilaku dan kepribadian peserta didik.

Ia mendorong sekolah menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, tenang, dan menyenangkan. Pendekatan yang terlalu keras, menurutnya, perlu dihindari agar siswa tidak merasa takut berada di lingkungan sekolah.

“Anak-anak harus merasa bahwa sekolah merupakan tempat yang aman dan menyenangkan. Karena itu, pendekatan pendidikan harus mampu membangun kedekatan antara guru dan peserta didik,” jelasnya.

Persoalan literasi siswa juga menjadi perhatian dalam arahan tersebut. Abdul Sahid menekankan pentingnya kesabaran guru dalam menghadapi perbedaan kemampuan setiap anak.

Ia mengingatkan agar keterbatasan kemampuan seorang siswa dalam memahami pelajaran tidak langsung diberi label sebagai anak yang tidak mampu.

“Tidak ada anak yang bodoh. Yang ada adalah anak yang membutuhkan pendekatan dan cara belajar yang berbeda. Di sinilah kesabaran dan kreativitas guru sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Karena itu, para pendidik didorong memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menekan potensi anak tidak naik kelas sekaligus memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan berkembang sesuai kemampuannya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Sahid juga mengingatkan kepala sekolah dan guru agar tidak mudah kehilangan fokus akibat berbagai isu yang berkembang di luar lingkungan pendidikan.

Baca Juga:  Penyusunan Dokumen (KLHS) Revisi Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Parigi Parigi Moutong tahun 2014-2034

Menurutnya, informasi yang beredar melalui media sosial maupun berbagai polemik eksternal perlu disikapi secara bijaksana. Tenaga pendidik harus tetap mengutamakan tugas utama dalam mendidik dan mendampingi peserta didik.

Ia menilai konsentrasi guru terhadap proses pendidikan merupakan hal penting agar berbagai program peningkatan mutu sekolah dapat berjalan secara konsisten.

Kegiatan dialog tersebut sekaligus menjadi ruang bagi tenaga pendidik untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di satuan pendidikan masing-masing. Pemerintah daerah membuka ruang komunikasi agar kebutuhan maupun kendala di lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

Sebagai alumni SMP Negeri 1 Ampibabo, Abdul Sahid juga menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan perhatian terhadap perkembangan pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan tetap membuka ruang konsultasi dan menerima masukan dari para guru, kepala sekolah, K3S, MKKS, maupun organisasi profesi pendidikan.

“Pemerintah daerah terbuka terhadap aspirasi dan konsultasi dari para pendidik. Masukan dari sekolah sangat penting karena guru dan kepala sekolah yang berhadapan langsung dengan kondisi pendidikan di lapangan,” pungkasnya.

Melalui komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dan satuan pendidikan, penguatan mutu pendidikan di Parigi Moutong diharapkan tidak hanya menghasilkan capaian administratif, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki karakter, kemampuan literasi, serta lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *