Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi MoutongPotret

Kemiskinan dan Stunting Jadi Fokus Pembangunan Parigi Moutong Tahun 2027

×

Kemiskinan dan Stunting Jadi Fokus Pembangunan Parigi Moutong Tahun 2027

Sebarkan artikel ini
i Forum Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai mematangkan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027 melalui pelaksanaan Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar di Aula Bappelitbangda, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting dalam penyusunan Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah guna menyamakan arah program dan target pembangunan di setiap sektor.

Mewakili Bupati Parigi Moutong, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Aswini Dimple, membuka forum tersebut sekaligus menyampaikan bahwa pembangunan tahun 2027 diarahkan untuk menjawab persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat.

Menurutnya, selain pembangunan infrastruktur dasar, pemerintah daerah juga menempatkan pengurangan angka kemiskinan, percepatan penanganan stunting, dan penguatan layanan Posyandu Plus sebagai prioritas utama.

Baca Juga:  Cegah Stunting, DP3AP2KB Parigi Moutong Paparkan 10 Langkah Intervensi

“Penyusunan RKPD tahun 2027 harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, seluruh program yang dirancang harus memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga membutuhkan program pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat.

“Bantuan sosial penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana masyarakat bisa diberdayakan agar memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti penanganan stunting yang masih menjadi perhatian serius. Menurut Aswini, penurunan stunting harus dilakukan secara menyeluruh karena persoalan tersebut berkaitan erat dengan pola makan, sanitasi, air bersih, serta kondisi lingkungan keluarga.

Baca Juga:  Erwin Burase Pastikan Revitalisasi Sekolah Berjalan Sesuai Aturan

“Stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah desa, kader, hingga keluarga di rumah,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Posyandu Plus juga disebut akan diperkuat sebagai pusat pelayanan masyarakat berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, Posyandu Plus nantinya diharapkan dapat menjadi ruang integrasi berbagai layanan dasar lain, seperti pendidikan, sosial, perumahan, hingga ketertiban umum.

Aswini menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai jika setiap perangkat daerah bekerja sendiri-sendiri. Ia meminta seluruh OPD memperkuat koordinasi dan menghilangkan ego sektoral agar program yang dijalankan dapat saling mendukung.

Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Bantuan Benih Jagung Diharapkan Tingkatkan Pendapatan Petani Parimo

“Kita harus membangun dengan semangat kolaborasi. Jangan ada program yang tumpang tindih atau berjalan sendiri tanpa keterkaitan dengan sektor lain,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh masukan dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan dapat menjadi dasar dalam menyusun RKPD 2027 yang lebih terarah, efektif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *