KLIKPARIGI.ID – Pemerintah pusat menjamin dana desa tidak dicabut, melainkan tetap dikembalikan ke desa dengan skema baru yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat. Kebijakan ini ditegaskan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk merespons keresahan para kepala desa terkait perubahan pola pengelolaan anggaran desa.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat menghadiri deklarasi Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) di Sulawesi Tengah, yang juga menjadi forum dialog langsung dengan para kepala desa.
“Yang paling resah dan galau hari ini adalah para kepala desa. Karena itu saya datang ke Sulawesi Tengah untuk menjelaskan dan berdialog langsung,” ujar Mendes PDT.
Ia menekankan pemerintah tidak akan menghindari persoalan yang muncul di tingkat desa dan siap menyelesaikannya bersama para pemangku kepentingan.
“Saya tidak akan pernah mundur menghadapi semua masalah yang ada di desa. Saya tidak akan lari, bapak-ibu. Semua persoalan ini harus kita hadapi bersama-sama,” tegasnya.
Menurut Yandri, arah kebijakan tersebut sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Dana desa tetap kembali ke desa, hanya cara pengelolaannya yang berbeda dari tahun sebelumnya,” tegasnya.
Pemerintah menyiapkan sejumlah instrumen untuk mendukung skema baru tersebut, di antaranya pembentukan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa hingga 20 persen.
“Ini ide besar Presiden Prabowo dan merupakan program strategis nasional yang wajib kita sukseskan. Ujungnya untuk rakyat,” katanya.
Dana desa, lanjutnya, akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan gerai usaha, gudang, kendaraan operasional, serta fasilitas pendukung koperasi di desa. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang dialog bagi desa yang belum siap menjalankan program tersebut.
“Bagi yang tidak bersedia, silakan. Akan kami catat dan kami dialogkan bersama pemerintah daerah,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yandri juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam memperkuat pembangunan desa.
“Presiden Prabowo berpesan, kita ini bukan superman, tetapi super tim. Tidak mungkin gagah sendiri menghadapi persoalan bangsa,” tuturnya.
















