Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KesehatanParigi Moutong

RSUD Anuntaloko Pastikan Layanan Ambulans Jenazah Gratis Tetap Berjalan

×

RSUD Anuntaloko Pastikan Layanan Ambulans Jenazah Gratis Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mobil Ambulance Jenazah Gratis. FOTO: Istimewa.

KLIKPARIGI.ID RSUD Anuntaloko Parigi menegaskan layanan ambulans pengantaran jenazah gratis bagi masyarakat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tetap berlaku dan terus berjalan.

Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan program ambulans jenazah gratis merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang telah berjalan sejak 2025.

Example 300x600

“Alhamdulillah, sejak diprogramkan pada 2025, layanan ambulans jenazah gratis sampai sekarang masih berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Irwan di Parigi, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Meski demikian, Irwan mengakui masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya, khususnya terkait pemahaman prosedur pelayanan di lapangan.

Karena itu, RSUD Anuntaloko berkomitmen memperkuat sosialisasi agar seluruh petugas kesehatan maupun masyarakat memahami mekanisme pemanfaatan layanan ambulans jenazah gratis.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Masyarakat, DPRD Parigi Moutong Sampaikan Hasil Reses ke Pj Bupati Richard Arnaldo

Salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah kasus jenazah bayi milik Esna, warga Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, yang sempat viral di media sosial. Menurut Irwan, peristiwa tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara petugas kesehatan dan keluarga pasien.

Ia menjelaskan, ibu Esna merupakan pasien rujukan dari RSUD Raja Tomolotutu dengan riwayat stroke dan hipertensi, yang menjalani operasi sesar setelah bayinya dinyatakan meninggal dunia di dalam kandungan.

Miskomunikasi muncul karena petugas medis beranggapan jenazah bayi yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak dapat memanfaatkan layanan ambulans gratis. Padahal, layanan tersebut tetap dapat menggunakan identitas orang tua kandung, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) ibu yang berdomisili di Kabupaten Parimo.

Baca Juga:  Pemkab Parigi Moutong Bentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana Tahun 2024

“Jenazah bayi tetap bisa dilayani menggunakan KTP ibunya. Ini yang belum dipahami secara utuh oleh petugas saat itu,” jelasnya.

Irwan menambahkan, petugas medis yang bersangkutan telah dipanggil dan diberikan teguran sekaligus penjelasan terkait prosedur pemanfaatan layanan ambulans jenazah gratis.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, RSUD Anuntaloko Parigi akan menempelkan pamflet berisi prosedur layanan ambulans jenazah gratis di setiap ruang rawat inap.

Selain itu, pihak rumah sakit juga berencana menjalin kerja sama dengan pengelola ambulans bantuan di Kecamatan Parigi dan sekitarnya guna mengantisipasi keterbatasan armada operasional.

“Saat ini kami hanya memiliki lima unit ambulans. Jumlah tersebut masih sangat terbatas jika ada banyak pasien rujukan ke Palu atau terjadi kasus meninggal dunia secara bersamaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Safari Ramadhan, Pj Bupati Parigi Moutong Ajak Warga Berpartisipasi dalam PSU

Irwan juga mendorong seluruh rumah sakit daerah dan puskesmas di Parimo untuk aktif menyosialisasikan program ambulans pengantaran jenazah gratis kepada masyarakat, termasuk dengan menyediakan papan informasi di setiap fasilitas kesehatan.

“Kalau petugas belum sepenuhnya memahami, setidaknya masyarakat bisa mengetahui hak mereka melalui papan informasi,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh masyarakat Parimo berhak memanfaatkan layanan ambulans pengantaran jenazah gratis dengan syarat memiliki KTP berdomisili di wilayah setempat.

“Dalam kasus bayi yang belum memiliki identitas, KTP orang tua, khususnya ibu, dapat digunakan sebagai dasar pelayanan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *