Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaEkonomiKlikSultengParigi Moutong

Parigi Moutong Masuk PSN, Industri Hijau Berbasis PLTA Jadi Prioritas

×

Parigi Moutong Masuk PSN, Industri Hijau Berbasis PLTA Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. FOTO: Alexsander/Klikparigi.id.

KLIKPARIGI.ID Masuknya Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) menegaskan arah baru pembangunan industri di Sulawesi Tengah. Pemerintah Provinsi menetapkan pengembangan industri hijau berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai prioritas utama dalam pengelolaan kawasan industri di Parimo.

Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2024 tentang Perubahan Keenam atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 mengenai Daftar Proyek Strategis Nasional. Dalam lampiran regulasi itu, Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE) tercatat pada nomor urut 114 sebagai PSN, sementara Neo Energi Morowali Industrial Estate (NEMIE) berada di nomor urut 119.

Example 300x600

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyatakan kesiapan energi menjadi fondasi utama pengembangan kawasan industri hijau di Parigi Moutong.

Baca Juga:  Musda II KAHMI Parimo Resmi Dibuka, Fokus Penguatan Literasi Digital

“Kita akan selesaikan dulu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Banggaiba, Kabupaten Sigi. Setelah itu, jaringan listrik akan masuk ke kawasan NEPIE di Kabupaten Parimo,” ujar Anwar H. Hafid usai menghadiri pelantikan Pengurus Kadin Parigi Moutong di Parigi, Sabtu, 24 Januari 2026.

Menurut Anwar, konsep NEPIE dirancang berbeda dengan kawasan industri lain di Sulawesi Tengah karena sepenuhnya mengandalkan energi bersih dari PLTA, sehingga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Industri hijau hanya ada di sini, karena sumber energinya dari PLTA. Ini proyek ramah lingkungan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahan baku utama industri di kawasan NEPIE berasal dari Kabupaten Morowali, khususnya material low grade yang selama ini hanya diolah setengah jadi. Melalui pengembangan kawasan industri di Parimo, proses hilirisasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Baca Juga:  Zulfinasran Gagas Program “Satu Harga”, Gubernur Anwar Hafid Beri Dukungan Penuh

“Yang setengah jadi di Morowali akan diproses di sini. Bukan hanya dari Morowali, tidak menutup kemungkinan juga dari daerah lain,” jelasnya.

Anwar juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk tidak lagi memberikan izin pembangunan smelter atau industri yang tidak berorientasi pada kelestarian lingkungan.

Selain infrastruktur energi, Pemprov Sulawesi Tengah mulai mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar dapat terlibat langsung dalam aktivitas industri.

“Tahun ini kita sudah mulai melatih tenaga kerja lokal,” kata Anwar.

Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) modern di Sulawesi Tengah guna memperkuat kompetensi tenaga kerja daerah.

Terkait potensi konflik lahan, Anwar memastikan pemerintah daerah akan menangani persoalan tersebut secara bijak agar tidak merugikan masyarakat dan tetap memberikan kepastian hukum bagi investor.

Baca Juga:  KPU Parigi Moutong Tetapkan Jumlah DPS Pilkada 2024

“Konflik lahan kita tangani sebaik-baiknya, supaya masyarakat tidak dirugikan dan perusahaan tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Dengan penetapan PSN dan dukungan energi bersih, Pemprov Sulawesi Tengah berharap kawasan industri NEPIE di Parigi Moutong mampu menjadi contoh pengembangan industri hijau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Diketahui, persiapan pembukaan kawasan industri NEPIE telah dilakukan sejak 2023 oleh PT Anugrah Tekhnik Industri (ATHI), anak perusahaan PT Anugrah Neo Energy Materials (Neo Energy), dengan luasan sekitar 20 hektare di Desa Siniu, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong. Saat ini, pembangunan kantor kawasan industri sebagai salah satu syarat keberlanjutan izin telah mulai dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *